raqilaza

Busana Muslim yaaa di RAQILAZA....
Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Sunday, July 15, 2012

Cara Cerdas Investasi Emas II

Cara Lebih Pintar Investasi Emas
1. Saat tepat untuk jual beli
Cara Konvensional:Beli saat harga lebih rendah, jual saat harga lebih tinggi.
Cara yang lebih pintar:Beli sekarang juga, jual sesuai kebutuhan.
Jika Anda menunggu harga emas turun, bisa-bisa Anda tak kunjung membeli. Jangan tunda untuk memulai investasi. Jika Anda tujuan investasi jangka panjang, Gozali menyarankan untuk membeli emas sekarang juga, berapapun harganya. “Resiko kerugian karena menunda lebih besar daripada resiko beli terlalu mahal,” ujarnya. Menunda bisa membuat Anda lupa berinvestasi dan membelanjakan uang yang ada untuk hal yang tidak lebih penting. Jika ingin merasakan keuntungan, jangan tergesa menjual saat harga naik. “Tunggu sampai naik sekitar 30 persen untuk merasakan keuntungan. Karena emas ada harga jual dan harga beli yang berbeda seperti dollar. Selisihnya bisa 10 persen,” tutur Eko Endarto, perencana Keuangan dan penulis buku Koki Duit.
Sebelum berinvestasi, pastikan Anda memiliki rencana yang jelas. Jual beli bisa menguntungkan kalau disesuaikan dengan kebutuhan. Jika tujuan Anda untuk kuliah anak, Gozali menyarankan untuk tidak tergiur naiknya harga karena toh uangnya belum akan Anda gunakan sekarang. “Saya menyimpan emas untuk dana anak sekolah dan tidak tergoda menjualnya. Saat anak masuk TK dan SD, barulah saya menjual emas simpanan saya sebesar 50 gram. Kalau dipikir-pikir harga belinya kira-kira setengah dari harga sekarang. Tapi buat saya, yang penting tujuan tercapai,” ujar Budi Afriyan yang berinvestasi emas sejak tahun 2007. belajar dari kesuksesannya, ia pun merencanakan biaya kuliah anaknya dengan emas. “Sepertinya butuh sekitar 150 gram emas per anak untuk biaya kuliah anak saya 12 tahun lagi,” lanjutnya yakin.

2. Cara Membeli Emas
Cara Konvensional:menabung sampai dana mencukupi untuk membeli emas.
Cara yang lebih pintar:mencicil saja.
Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Jika dana Anda belum terkumpul penuh untuk membeli emas. Mengapa tak mencoba membeli dengan mencicil? Istijanto mengungkapkan, beberapa toko emas besar melayani jasa simpan emas dengan sistem mencicil. Setelah cicilan lunas, Anda bisa membawa emasnya pulang. “Namun, ini cukup riskan karena modalnya kepercayaan,” ujar Istijanto. Pegadaian bisa menjadi pilihan yang lebih terpercaya. Dengan bekal fotokopi KTP, kartu keluarga, dan menyerahkan uang muka yang ditentukan jumlahnya, Anda telah bisa memulai investasi. “Mencicil bisa lebih baik karena harganya diikat di awal,” ujar Gozali. Artinya, meski saat mencicil harga naik, kewajiban cicilan Anda tidak akan bertambah. Untuk mengakses harga emas terkini, ada banyak cara. “Menelpon toko emas adalah cara termudah,” ujar Istijanto. Situs-situs seperti logammulia.com, goldprice.com, dan monex.com pun bisa menolong Anda.

3. Sistem Jual Beli Emas
Cara konvensional:jual beli biasa
Cara lebih pintar:melibatkan transaksi gadai
Berdayakan emas Anda. Gadaikan emas yang Anda miliki. Uang hasil gadai dibelikan emas lagi, lalu digadaikan lagi dan belikan emas lagi. Begitulah seterusnya sesuai dana Anda. Eko Endarto memberi ilustrasi sebagai berikut. Misalnya pertama Anda membeli 10 gram emas seharga 450.000 per gram, maka Anda butuh dana Rp. 4,5 juta. Nah, emas ini digadaikan dan Anda mendapat uang 80% dari harga pasar. Taruhlah sebesar 3,6 juta.
Maka Anda bisa membeli emas 10 gram lagi dengan menambah 900 ribu saja (asumsi harga emas 450 ribu per gram). Begitu seterusnya misalnya sampai empat kali. Emas keempat digadaikan tapi tidak untuk membeli emas lagi melainkan uangnya untuk membayar bunga. Nah, saat harga emas naik Anda bisa melepas salah satu emas yang Anda miliki untuk menyelesaikan transaksi gadai.
Cara ini bisa membuat uang Anda berlipat. Namun, jangan lupa perhitungkan biaya gadai dan dana segar yang dimiliki untuk membeli emas selanjutnya. “Jika kenaikan harga emas lebih tinggi dari biaya gadainya, cara ini bisa melipatgandakan keuntungan. Namun kalau tidak, Anda harus siap menerima resiko,” ujar Gozali.
Untuk memperkecil resiko, Istijanti menyarankan melakukan investasi emas dengan dana yang tersedia.”Jangan terlalu berambisi dengan utang,” ujarnya. “Tetapi ingat prinsip, high risk high turn. Emas akhir-akhir ini memang memberi return tinggi. Kalau sudah tinggi biasanya resikonya juga tinggi. Tetap bijak berinvestasi dan berpikiran jangka panjang,” saran Isjanto.

(Sumber : GoodHouseKeeping Edisi September 2011, Halaman 60)

Cara Cerdas Investasi Emas I

Harga emas terus meroket. Di beberapa negara maju, sejenis mesin ATM yang mengeluarkan emas mulai beroperasi. Berinvestasi emas batangan semakin diminati karena caranya mudah dan hasilnya menggiurkan. Tertarik mencoba?
“Investasi emas adalah investasi yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Tidak perlu pengetahuan khusus, tidak perlu analisa tertentu, karena investasi emas sudah dikenal secara tradisional,” ujar Ahmad Gozali, Perencana Keuangan dari Safir Senduk & Rekan. Meski terlihat mudah, namun beberapa hal perlu diluruskan agar keuntungan tetap bisa dituai dengan meminimalkan resiko. Untuk lebih pintar berinvestasi emas, GH merangkumnya untuk Anda.

Anggapan Keliru Seputar Emas
1. Investasi Perhiasan
Anggapan:Investasi perhiasan tidak menguntungkan
Fakta:Berinvestasi di perhiasan kurang efisiem.
Gozali mengungkapkan, perhiasan memiliki selisih harga jual kembali yang tinggi dibanding emas batangan atau koin meski itu emas perhiasan 24 karat. “Jika emas sudah dibentuk menjadi perhiasan, emas tersebut sudah memiliki nilai seni yang tentunya ada harga tambahannya. Saat dijual kembali, belum tentu nilai seni itu diakui atau disukai pembeli, sehingga harganya malah susut hanya seharga bahan bakunya saja,” ujarnya. Namun lebih lanjut Gozali mengungkapkan di daerah tertentu yang mungkin sulit mendapat emas batangan atau koin, investasi pada emas perhiasan akan lebih baik daripada tidak investasi emas sama sekali.

2. Resiko Investasi Emas
Anggapan:Investasi emas terhindar dari kerugian karena harganya naik terus
Fakta:Semua investasi ada resikonya. Termasuk emas.
Resiko utama dari emas mungkin bukan harganya yang turun, namun bisa karena fisiknya yang palsu atau resiko kehilangan karena penyimpanannya yang tidak apik. “Resiko harga pun tetap ada. Bisa dibilang emas naik setidaknya sesuai dengan inflasi, bahkan lebih dari angka inflasi dalam 10 tahun terakhir. Namun dalam jangka pendek atau hitungan bulan, harga emas bisa naik dan turun,” jelas Gozali.
Lalu bagaimana agar terhindar dari emas palsu? Membeli di tempat yang terpercaya dan terkenal adalah cara yang paling mudah. Istijanto, Penulis Kiat Investasi Valas, Emas dan Saham mengungkapkan emas yang asli ada capnya seperti gambar kuda (emas London) atau berupa tulisan Antam (emas lokal). “Namun kalau yang dipotong-potong tentu tidak memakai cap. Membedakan emas secara kasat mata memang agak sulit, tetapi Anda bisa mengecek dengan mengusap-usap permukaan emas dengan jempol, kalau asli tentu sama sekali tidak pudar warnanya. Emas asli tampak padat berisi, sedikit lunak dan tidak sekeras batu, jadi bisa tergores kalau kita tekan pakai ujung paku. Lalu warnanya harus benar-benar khas kuning keemasan,” jelas Istijanto.
Untuk menghindari resiko kehilangan, jika jumlahnya besar, Istijanto menyarankan menyimpan emas di safety box. “Jangan disimpan di tempat yang tertebak pencuri seperti di lemari pakaian,” saran Istijanto. Membuka safe deposito box di bank pun bisa jadi pilihan.

3. Berat Investasi Ideal
Anggapan:semakin berat emas batangan yang dimiliki, Anda semakin untung
Fakta:pilihlah emas batangan dalam pecahan yang mudah untuk diperjualbelikan.
Emas dijual dalam pecahan gram. Satu gram saja Anda sudah bisa memulai berinvestasi emas batangan. Jika ingin berinvestasi pada emas batangan, lebih baik Anda membeli emas dalam pecahan 25 gram, 50 gram dan 100 gram. “Pecahan di bawah 25 gram, harga per gramnya lebih mahal, sedangkan di atas 100 gram biasanya terlalu sulit untuk diperjualbelikan karena harganya sudah sangat tinggi,” jelas Gozali. Berapa banyak yang harus dibeli? Kembali pada tujuan investasi Anda masing-masing.

4. Tempat Membeli
Anggapan:emas batangan hanya dijual di PT. Antam
Fakta:Anda bisa memperoleh emas batangan di berbagai tempat
Logam Mulia (LM) adalah merek emas batangan atau koin emas produksi PT Antam. “Walaupun hanya diproduksi oleh PT Antam, namun LM ini bebas diperdagangkan oleh siapa saja. PT Antam sendiri melakukan penjualan langsung pada masyarakat, di toko emas juga banyak tersedia LM,” ungkap Gozali. Produk PT Antam ini telah memenuhi standar nasional dan internasional. Sertifikat keasliannya di manapun diakui. Jika Anda tak bisa langsung ke PT Antam, Anda bisa membeli LM di toko-toko emas terkemuka atau di pegadaian. Pastikan Logam Mulia Anda dilengkapi dengan sertifikat keaslian yang menyatakan berat, ukuran dan karatnya.

(Sumber: GoodHouseKeeping Edisi September 2011, Halaman 60)

Sunday, July 8, 2012

Tips Dari BI Menyikapi Kondisi Keuangan Global

Jakarta - Sistem keuangan suatu negara tidak dapat berdiri sendiri namun saling terkait dan terintegrasi dengan sistem keuangan di negara lain secara global. Suatu kejadian yang menimpa sistem keuangan di suatu negara akan membawa pengaruh pada sistem keuangan di negara lain.

Sebagai contoh, penurunan indeks harga saham di suatu negara dapat berpotensi membawa risiko penurunan indeks harga saham di negara lain karena investasi dapat dilakukan di dalam negeri maupun lintas negara.

Kondisi perekonomian yang kini terjadi di Eropa dan AS perlu di waspadai. Dalam melakukan investasi setiap masyarakat perlu memperhatikan risiko-risiko yang tidak hanya muncul dari produk itu sendiri namun juga dari risiko eksternal.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan setiap produk yang ditawarkan oleh bank, termasuk produk perbankan syariah, memiliki keunggulan dan ketebatasan masing-masing. Produk-produk tersebut selain menjanjikan hasil keuntungan tertentu, juga mengandung risiko yang melekat. Oleh karena itu, Anda perlu memahami kharakteristik produk sebelum memanfaatkannya.

"Perlu diketahui bahwa tidak semua produk yang ditawarkan oleh bank adalah murni produk bank. Produk yang murni perbankan misanya tabungan, giro, deposito, kredit dan pembiayaan syariah. Sedangkan produk reksadana dan bancasurrance adalah produk investasi dan asuransi yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan lain dan dipasarkan melalui bank sebagai agen penjualan (selling agent). Sebagi agen penjualan, bank tidak bertanggung jaswab atas kinerja produk reksadana dan bancassurance tersebut," ungkap BI seperti dikutip detikFinance dalam situsnya, Minggu (8/7/2012).

Menurut BI, risiko yang melekat pada tabungan, giro, dan deposito misalnya kemungkinan terjadinya kesulitan penarikan atau pencairan dana apabila terdaat permasalahan pada bank tempat menyimpan dana tersebut.

Risiko yang melekat pada produk lainnya seperti reksadana, misalnya penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana berbasis saham karena terjadinya penurunan harga portofolio saham untuk reksadana tersebut.

Sementara itu setiap produk juga memiliki risiko eksternal yang dipengaruhi oleh kondisi perekonomian dalam negeri dan luar negeri, maupun kondisi psikologis masyarakat. Risiko eksternal antara lain dapat berasal dari :
  • Pergerakan indeks harga saham
  • Pergerakan nilai tukar mata uang
  • Pergeakan tingkat suku bunga
  • Krisis keuangan di negara lain
  • Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kondisi keuangan
  • Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas politik
  • Rumor yang berkembang

Untuk itu BI menyatakan sebelum memanfaatkan produk yang ditawarkan bank, perlu dipahami lebih dahulu risiko yang mungkin timbul serta mengetahui cara mengurangi risiko tersebut.

Pemerintah telah menyediakan sarana untuk mengurangi risiko produk tabungan, giro, dan deposito melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Salah satu syarat penjaminan LPS adalah suku bunga yang diberlakukan sesuai dengan yang ditetapkan LPS.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpan dana dan berinvestasi:
  1. Kenali dengan baik lembaga keuangan tempat menyimpan atau menginvestasikan uang
  2. Ketahui dan pahami setiap risiko yang melekat pada produk keuangan yang dimanfaatkan, karena setiap jenis simpanan dan investasi pasti mengandung risiko
  3. Sesuaikan jenis simanan dan investasi dengan tingkat risiko yang diterima.
  4. Ingatlah bahwa setiap jenis simpanan dan investasi yang memberikan imbal hasil tinggi umumnya memiliki risiko yang tinggi pula.

(Sumber  http://finance.detik.com/read/2012/07/08/150410/1960419/5/ini-tips-dari-bi-menyikapi-kondisi-keuangan-global?f9911023)

Saturday, June 30, 2012

Punya Utang "Segunung", Jepang Takut Bernasib Seperti Eropa

Jakarta - Jepang menghadapi risiko keuangan yang serupa dengan negara-negara Eropa karena utang yang besar. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda memberi peringatan, kebijakan kenaikan pajak harus dilakukan untuk menyelamatkan negara dari tumpukan utang.

Pernyataan Noda dilontarkan sehari setelah para pemimpin dari 17 negara di Eropa menyepakati kebijakan darurat untuk menyelamatkan Italia dan Spanyol serta mendorong perekonomian di Eropa.

"Negara-negara seperti Italia dan Spanyol telah melakukan berbagai usaha untuk pemulihan sektor keuangan. Tapi saat pasar melihat kondisi fiskal suatu negara dan menyadari pemerintahnya tidak memiliki kemampuan untuk mendisiplinkan keuangan, apa yang akan terjadi? Kita harus berpikir keras soal hal ini," tutur Noda dikutip dari AFP, Sabtu (30/6/2012).

Eropa menyiapkan dana sekitar 500 miliar euro (US$ 630 miliar) untuk menyuntikkan modal (bailout) kepada perbankan secara langsung tanpa menggunakan dana anggaran negara dan menyelamatkan negara-negara yang terlilit utang.

Dana bailout tersebut akan digunakan untuk menstabilisasi pasar dengan membeli surat-surat utang negara di Eropa, sehingga biaya utang menurun, khususnya di Spanyol dan Italia.

Jepang juga mempunyai nilai utang publik yang besar, hampir 200% dari angka PDB negara tersebut, atau yang terbesar di dunia. Noda memberikan peringatan agar negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu tidak tertimpa krisis akibat utang.

Noda meyakini, kebijakan kenaikan pajak bisa menyelamatkan fiskal Jepang sehingga anggaran negara bisa lebih kuat.

"Saat ini Jepang harus memilih apakah akan menjadi panutan bagi dunia atau akan mengikuti nasib dari negara-negara di barat," kata Noda.


(Sumber http://finance.detik.com/read/2012/06/30/171550/1954789/4/punya-utang-segunung-jepang-takut-bernasib-seperti-eropa?f9911013)

Thursday, April 12, 2012

5 Keuntungan Belanja Online

Belakangan ini “wabah” belanja online kian menjamur di kalangan masyarakat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Beberapa orang mulai beralih ke sistem online untuk memilih barang yang diinginkan, namun ada pula yang masih ragu-ragu untuk mencoba fasilitas tersebut.

1. Tidak perlu antri. 
Jika menggunakan belanja online, tidak perlu mengantri dan berdesak-desakan lagi saat hendak membeli suatu barang. Tinggal pesan dan tunggu barang pesanan sampai di rumah. Mudahkan? 

2. Tidak perlu berlelah-lelah membawa barang belanjaan.
Tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk membawa barang belanjaan. Di belanja online semua barang belanjaan akan sampai di rumah sendiri. Tinggal duduk dan menunggu barangnya sampai ke rumah. 

3. Hemat BBM, uang transport, dan parkir. 
Tidak perlu mengendarai mobil jika ingin berbelanja. Karena Anda bisa berbelanja di rumah dan tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk perjalanan.

4. Lebih mudah dan cepat dalam mencari apa yang dibutuhkan. 
Tidak perlu memutari semua toko yang ada di mall atau tempat perbelanjaan lainnya. Anda tinggal ketik saja barang apa yang dibutuhkan di mesin pencari pasti langsung ketemu.

5. Aman dari pencopet di jalan. 
Karena tidak perlu keluar rumah, jadi keamanan uang Anda bisa lebih terjamin. Anda tidak perlu khawatir dompet dicopet, karena belanja online bisa dilakukan di rumah. Dengan belanja online semua bisa dilakukan dengan mudah tanpa perlu harus keluar rumah. Cukup dengan akses internet yang lancar, pasti acara belanja Anda jadi lebih menyenangkan.

(Diringkas dari  http://ciricara.com)

Friday, April 6, 2012

5 Alasan Pemerintah Menaikkan BBM

Kenapa pemerintah menaikkan harga Premiun dan Solar? Berikut ini merupakan alasan pemerintah yang tertuang dalam “buku putih” yang dikeluarkan Sekretariat Wakil Presiden, di Jakarta, Kamis, 29 Maret 2012.
  1.  Harga jual Premium dan Solar saat ini, yaitu Rp4.500 per liter, jauh lebih rendah daripada harga pokoknya. Pemerintah harus menambal kekurangan itu dengan mengambil uang (subsidi) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selama Februari rata-rata harga minyak mentah Indonesia saat ini sudah US$ 122,17 per barel. Sedangkan konsumsi Solar dan Premium juga meningkat dari 35,8 juta kiloliter pada 2010 menjadi 38,5 juta kiloliter pada 2011 lalu. Akibatnya, subsidi untuk Solar dan Premium sepanjang 2012 akan melonjak dari Rp123,6 triliun menjadi Rp191,1 triliun.
  2. Subsidi lebih bermanfaat jika dipakai untuk keperluan lain, misalnya, pembangunan jalan, jembatan, dermaga, kapal perintis, infrastruktur lain yang sangat diperlukan masyarakat atau untuk peningkatan pelayanan pendidikan.
  3. Bank Dunia merekomendasikan kenaikkan BBM untuk solar dan premium merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan perekonomian negara.
  4. Subsidi BBM dinilai kurang tepat sasaran, karena masyarakat kurang mampu bukan konsumen Premium maupun Solar terbesar.
  5. Harga jual Solar dan Premium yang terlalu rendah dibanding harga di luar negeri juga cenderung mendorong penyelundupan dan penyelewenagan Solar dan Premium yang seharusnya diperuntukkan konsumen dalam negeri. Yang mendapat manfaat dari subsidi adalah para penyelundup dan penyeleweng.

Wednesday, April 4, 2012

Menata Ulang Keuangan Rumah Tangga

Dampak paling terasa dari gunjang-ganjing kenaikan harga bahan balar minyak (BBM) adalah kondisi keuangan di rumah. Apalagi kenaikan harga BBM tidak serta merta diikuti kenaikan gaji atau penghasilan. Padahal harga BBM belum naik pun, harga-harga kebutuhan pokok lainnya sudah duluan naik. Bagaimana mengatur keuangan rumah tangga saat ini agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi? Pos-pos apa saja yang dapat dikurangi dan harus tetap bertahan?.
 Kenaikan harga BBM memang secara otomatis mendorong terjadinya peningkatan harga. Bukan hanya kebutuhan pokok, melainkan juga biaya transportasi, pendidikan, kesehatan, dll dipastikan ikut naik. Kondisi seperti ini dibenarkan Financial Planner Mike Rini Sutijno. Menurut dia, kondisi keuangan keluarga saat ini harus dikaji ulang. Jumlah uang yang masuk tidak meningkat, sedangkan jumlah uang yang keluar meningkat. Kaji ulang keuangan rumah tangga bertujuan agar antara pendapatan dan pengeluaran pas. Tidak kurang tidak lebih dan tidak jadi pengutang.
  1. Mana biaya yang tidak dapat dihentikan (harus tetap ada) adalah biaya sandang, pangan dan papan. Agar pengeluaran ini tidak berdampak defisit pada biaya lain, pengeluaran pos pangan dapat dilakukan dengan memilih bahan makanan yang dikonsumsi. Contoh, bila sebelumnya mengonsumsi beras mahal, kini dapat memilih beras kelas dua. Begitu juga dengan untuk kebutuhan kalori, daging sapi dapat diganti dengan daging ayam atau ganti dengan tahu, tempe, ikan.
  2. Mana biaya yang dapat dikurangi. contohnya mensiasati cara pengolahan makanan,biasanya digoreng dapat diganti dengan cara dikukus/dibakar. Untuk anak-anak dan orang tua yang bekerja membawa makanan/bekal dari rumah. menjadwal semua pekerjaan rumah tangga, misalnya tidak harus setiap ada piring atau baju kotor dicuci. Pekerjaan dapat dilakukan sekaligus sehingga air, listrik, tenaga dan waktu dapat dihemat.
  3. Mana biaya yang dapat dihilangkan adalah biaya-biaya yang mengarah pada gaya hidup konsumtif. Biaya-biaya seperti ini dikeluarkan hanya karena habbit (kebiasaan). Contoh, makan diluar adalah kebiasaan, sekedar nongkrong-nongkrong. kalau tidak dilakukan pun tidak akan menurunkan kualitas hidup.
Menata ulang keuangan ini harus melibatkan semua orang, karena setiap anggota keluarga akan saling mempengaruhi. Ayah selaku pimpinan keluarga tidak melulu menekan ibu harus hemat, tetapi ibulah selaku manajer urusan rumah tangga mengkaji dan menata ulang semua pembiayaan rumah tangga dengan mengkomunikasikan bersama ayah dan melakukan bersama seluruh anggota keluarga.
Inti dari semua ini, landasannya adalah pola pikir (mindset). Pola pikir yang berubah dapat membawa perubahan. Sebaliknya pola pikir yang stagnan (stuck) tidak akan membawa perubahan.

Sumber ringkasan Harian Pikiran Rakyat, Minggu, 1 April 2012