raqilaza

Busana Muslim yaaa di RAQILAZA....
Showing posts with label Mengenal Tas. Show all posts
Showing posts with label Mengenal Tas. Show all posts

Saturday, July 21, 2012

Intip Kepribadian Lewat Tas Favorit

Le Sac’, buku terbitan ahli tas asal Perancis, menyebutkan, bentuk tas favorit yang Anda gunakan mencerminkan kepribadian. Ada karakter tersembunyi para pemakai tas mungil, atau pemakai tas hobo.
Berikut diantaranya, kami ambil dari vivanews dikutip dari Female First:

Hobo
Jika Anda seorang penggemar tas berukuran besar dan praktis, maka Anda tergolong orang yang memiliki banyak hobi dan minat. Rasa ingin tahu terhadap banyak hal merupakan hal yang paling menonjol.
Pemilik tas hobo memiliki banyak ide. Namun, hati-hati, Anda harus tetap fokus agar tujuan Anda tercapai. Meskipun memiliki segudang kreativitas, penggemar tas hobo terlalu cepat putus asa dan kecewa karena gagal dan tidak berkonsentrasi mencapai keinginan.
 
Satchel
Wanita pecinta tas model ini adalah perpaduan sempurna seorang yang lembut namun tegas. Kesan tas yang lembut cukup untuk memancarkan getaran hangat dan ramah. Dan di saat bersamaan pemiliknya akan tampak bersikap tegas dan murah hati namun tak dapat dimanfaatkan.
Para penggemar tas tipe selempang ini biasanya seorang pemimpi, dengan ide-ide besar dan tujuan mulia. Bila membangun keinginan dalam sebuah rencana matang, mereka akan melihat hasil akhir yang menyenangkan.
Pemilik tas ini gemar bepergian tanpa dibebani banyak barang dan mengetahui persis apa keinginan mereka. Adanya syal atau barang-barang kecil dalam tas menunjukkan pemiliknya seorang yang ramah.

Bowling 
Tas model bowling merupakan teman terbaik saat menghadapi hari yang sibuk, penuh rapat, piknik atau kegiatan luar. Penggemar tas ini menyiratkan seseorang yang kuat dalam kehidupan.
Karakter unik pemilik tas ini adalah menghindari keramaian. Meskipun tak memiliki keinginan atas barang berkelas dan mahal, mereka tak keberatan mengekspresikan diri bila memiliki kesempatan.
Jenis pemilik tas ini adalah seorang yang mencintai dan memiliki banyak teman. Anda adalah sosok yang akan diingat dimanapun dan mengulurkan tangan bagi siapa saja yang membutuhkan.

Clutch
Wanita penyuka clutch adalah orang yang merasakan bahwa sebuah proses merupakan hal paling utama. Umumnya, mereka akan menjadi bintang dalam pembicaraan atas rasa percaya diri dan menjadi panutan dalam hal-hal favorit.
Wanita yang kerap mengepit clutch seperti Sarah Jessica Parker menandakan seorang yang setia dan memiliki dan mempercayai nilai dalam hidup serta teman yang baik.

Thursday, April 12, 2012

Ragam Bentuk Tas

Tas yang tepat bisa menyempurnakan total penampilan seseorang. Anda bisa saja hanya mengenakan busana yang sederhaan, tetapi tas yang tepat bisa membuat penampilan Anda luar biasa. Tas tangan wanita ada begitu banyak tipe. Yuk, berkenalan dengan beberapa di antaranya:

"Baguette"
Tipe tas tangan ini sekilas mirip dan bisa disalah-mengerti dengan clutch. Tas tangan tipe baguette datang dari bahasa Perancis, yang serupa dengan tipe roti baguette yang panjang. Tipe tas tangan ini sudah jelas berbentuk panjang dan tipis. Merek Fendi terkenal dengan jenis tas ini.

"Clutch"
Adalah jenis tas tangan kecil yang bisa dikenakan dengan apa pun, tapi umumnya dikenakan untuk padanan acara formal. Untuk acara formal, tas tangan clutch dipegang dalam genggaman dan umumnya tidak memiliki tali pegangan. Karena bentuknya yang kecil, pengguna terpaksa membawa barang yang sangat sedikit. Tas-tas kecil semacam ini juga bisa dipakai untuk acara harian dengan motif dan bentuk yang tak terlalu formal dan Anda tidak perlu membawa banyak barang.

"Duffle"
Umumnya, tas ini dipakai oleh para pelaut. Bentuknya yang bulat dan besar bisa memuat banyak barang. Tas jenis ini umumnya dilengkapi ritsleting di atas untuk mengamankan isi tas. Bentuk dan ketahanannya memberi kegunaan yang disukai para pelancong. Cocok untuk Anda yang sering bepergian dan perlu membawa barang yang cukup banyak.

"Evening bag
"
Biasanya adalah tas tangan kecil yang cukup dijepit di bawah ketiak, dan clutch juga masuk dalam kategori ini. Tas semacam ini, semakin banyak detail, seperti beads, sequin, dan bahan metalik, semakin terlihat mahal. Beberapa tas malam memiliki tali untuk disampirkan di lengan agar memudahkan Anda saat memegang gelas di acara.

"Hobo"
Bentuknya, jika diperhatikan betul, mirip seperti bulan sabit. Tas ini tidak berstruktur penyangga sehingga terkesan kasual dan santai. Ukurannya bermacam-macam. Tas semacam ini bisa sekaligus menunjukkan gaya Anda sekaligus membawa banyak barang.

"Kelly"
Tas berbentuk seperti trapesium ini mendapatkan namanya dari Grace Kelly pada sekitar tahun 1956 yang menggunakan tas besar ini untuk menutupi kehamilannya pada waktu itu. Bentuk berstruktur ini mengesankan keglamoran dan kemewahan si pengguna. Biasanya terbuat dari kulit binatang eksotis, seperti buaya atau burung unta. Hermes adalah salah satu pembuat tas yang biasanya sangat mahal ini.

"Messenger"
Model tas besar selempang ini sebenarnya difungsikan untuk mengangkut surat-surat pada zaman dahulu. Tas besar ini dilengkapi tali besar yang melintas di depan dada dan punggung. Saat ini, model messenger bag banyak pula dikenakan wanita, terutama yang membawa notebook dan berkas.

"Satchel"
Tas ini sekilas serupa dengan messenger bag, tetapi memiliki pegangan kecil di bagian atas dan bisa Anda jinjing untuk kenyamanan dan kepraktisan. Selain itu, tas ini juga memiliki ukuran yang cukup besar.

"Shoulder"
Segala tas yang bisa disampirkan di pundak bisa disebut shoulder bag.

"Tote
"
Tas ini umumnya dijinjing dan memiliki bukaan di bagian atas dan ukurannya cukup besar untuk menampung banyak barang. Model tas seperti ini banyak digunakan untuk membawa barang belanjaan hingga membawa perlengkapan ke pantai.

(Sumber  http://female.kompas.com)

Saturday, April 7, 2012

Jenis-Jenis Bahan Tas

Ada beberapa jenis bahan untuk membuat tas, berdasarkan kualitasnya bahan yang biasa digunakan untuk membuat tas sebagai berikut: 

Kualitas tinggi : Mbtech, Murano, Platinum.
Bahan-bahan tersebut sangat cocok digunakan untuk membuat tas wanita. Bahan ini awet untuk digunakan.

Mbtech Superior Sporty
Mbtech Camaro

Kualitas sedang : Virotec, Carviero, Suede, Kanvas, 600D.
Bahan-bahan tersebut cocok digunakan untuk membuat tas wanita dan tas distro.

carviero

Kualitas standar : Oscar cemara, Vinil, Parasit.
Bahan ini biasa digunakan untuk membuat tas ransel, tas kamera dan tas distro.

Oscar
(Sumber http://nengkaos.com/articles/2012/01/jenis-bahan-untuk-membuat-tas.html)

Tuesday, March 6, 2012

Perbedaan Tas Original dan KW

Pasti diantara kita terutama kaum hawa, banyak yang bertanya-tanya apa perbedaan tas original dan KW, berikut ini kami sajikan informasi yang sangat berguna sebelum kita berbelanja tas yang berkualitas dan cantik.

1. Harga Barang : Jangan pernah percaya barang bermerek asli jika harganya 30 persen di bawah harga asli. Barang seperti tas Louis Vuitton (LV) tidak pernah didiskon di outlet resminya, kecuali untuk karyawan pada waktu-waktu tertentu. Merek Chanel di Asia jarang sekali diskon, kalau pun diskon biasanya barang yang sudah out of season Prada di Asia diskon tidak pernah besar. Kalau dibilang setelah potong GST Refund, paling banyak 13-19 % di Paris, di Milan 10 % di Sing 7 %. Contoh lainnya, jika sebuah butik menawarkan tas import Chloe seharga tiga juta rupiah, sudah bisa dipastikan itu palsu karena harga di outlet resmi sekitar Rp 15 juta. Seandainya diskon 50 persen pun, berarti harganya Rp 7,5 juta.

2. Struktur Tas : Sekalipun bahan tas import tersebut dari kanvas, parasut, atau kain, tas asli memiliki struktur yang kokoh. Pola jahitan dan pemasangan tulang rangka tas tersebut dengan sistem double stitch atau dijahit dengan benang rangkap dua dan dijahit dua

3. Retsleting :Perhatikan retsletingnya. Yang asli bahannya justru agak kasar dan biasanya kaitnya diembos dengan logo merek. Beda musim, biasanya beda pula model retsletingnya. Selain itu zipper tas bermerek punya ukuran standar berat dan dimensi tertentu misalnya chanel atau dior. Jadi kalau zippernya polos bisa diartikan palsu atau meragukan ???

4. Tas Pembungkus : Dustbag (tas pembungkus) yang asli memiliki bahan yang halus dengan ukuran lebih lebar dari tasnya. Sebaliknya, dustbag tas palsu ukurannya pas-pasan. Patut diperhatikan lagi, dustbag barang asli disertai lap pembersihnya (misalnya merek Chanel).

5. Pelapis Dalam: Pelapis dalam tas asli LV biasanya terbuat dari bahan atau suede yang halus. Sementara itu, kain pelapis dalam tas Prada atau Gucci bermotif logo dan nama merek. Tiap season bisa berbeda. Kenali logo dan bentuk huruf merek tersebut karena yang palsu sering berbeda bentuk huruf, bahkan terbalik

6. Nomor Seri : Nomor seri biasanya tersembunyi di bagian dalam tas. Tidak hanya urutan angka saja, tapi ada artinya juga. Misalnya, LV SP0037 artinya dibuat bulan Maret tahun 2007. Letak nomor seri tiap model tas berbeda. Klik http://purseblog.com, www.mypoupette.com, atau www.caroldiva.com untuk mengecek keaslian nomor seri.

7. Tulisan ‘Made in’Tas Chanel pasti tulisannya made in Italy atau made in France. Ingat, bukan made in Paris, sedangkan flapbag Chanel semuanya made in France.

8. Tag : Tag ada yang bentuknya seperti kartu kredit, berhologram, atau di-emboss. Untuk merek-merek tertentu, seperti Gucci, Chanel, atau LV, disertai buku kecil yang menerangkan jenis tas dan cara perawatannya.

9. Protective Metal Base : Pada tas-tas bermerek, biasanya ada protective metal base di dasar tas agar kulit dasar tas tidak mudah tergores. Beberapa merek memiliki protective metal base dengan standar tertentu dan di-emboss logo merek.

10. Warna Kulit : Jika mata Anda jeli, perbedaan warna kulit tas asli dan tas palsu juga sering mudah terlihat. Meski sama-sama hitam, kepekatan warna susah dipalsukan

11.steam jahitan : Jahitan dalam dan luar tas biasanya berbeda antara asli dan palsu baik dari kualitas jahitan dan benang yang digunakan ( hanya yang ahli dan sering berurusan dengan barang asli yang paham betul ).

12. Kancing dan Rantai Metal
yang menghubungi badan tas dan ganggang tas untuk LV setiap kancing2nya bertulisan LV mengelilingi kancing tersebut. Kalau Chanel biasanya ada logo kecilnya.


Pada dasarnya semua jenis tas KW Super Grade AAA maupun KW Super Grade B merupakan replica atau tiruan dari merk asli, dimana model dan bahannya dibuat agar menyerupai bahkan sama persis dengan yang asli. Di Luar Negeri disebut Fake, Knock Off (KO) atau Bootleg.

Ciri-ciri KW Super Grade AAA adalah :
1. Bahan terbuat dari kulit asli yang bagus sehingga kuat dan tidak mudah tergores.
2. Bagian dalam terbuat dari kain yang bagus, kuat, halus dan awet.
3. Merk pada bagian dalam terbuat dari besi.
4. Ada authetic accesories seperti dustcover,certificate card, booklet, semuanya mirip seperti merk original.
5. Model mirip sekali dengan yang asli, sehingga yang ahlipun terkadang sulit untuk membedakannya, apalagi orang yang seumur hidupnya belum pernah punya tas branded original.
6. Cover bermerk terbuat dari kain tebal.

Sedangkan untuk KW Super Grade B, kualitas bahan, jahitan dan warna tas biasanya agak sedikit berbeda dari kualitas grade AAA, terutama detail dalam tas. Semisal tas LV Neverfull Cancas, untuk detail dalam coklat bukan krem atau kuning, atau Damien Trevi yang memiliki bahan dasar di dalam tas adalah beludru halus bukan kain kanvas.
Untuk melihat perbedaan tersebut memang akan sulit jika kita tidak melihat langsung tas tersebut. Harga KW Super Grade B lebih rendah dibanding KW Super Grade AAA, walaupun bukan jaminan karena terkadang ada saja pedangang nakal yang menjual KW Super Grade B dengan harga lebih mahal dari harga KW Super Grade AAA.



Sumber : http://sweetpealicious.tumblr.com/post/460123848/differences-between-original-bag-and-replica-bag-for , http://tratnasari.wordpress.com/2010/04/21/tas-asli-atau-palsu/ & http://bisnisonlineads.blogspot.com.

Sunday, February 26, 2012

Sejarah Pembuatan Tas


Tas yang sering dipakai oleh banyak orang dalam setiap kesempatan sebenarnya sudah ada sejak dulu. Namun tas baru terkenal kira-kira setelah Perang Dunia Kedua, dimana saat itu terdapat banyak iklan di majalah-majalah untuk memperkenalkan tas dengan berbagai model dan gaya. Dengan adanya iklan-iklan tersebut, tas menjadi populer dan banyak orang yang menggemarinya.

Pada saat itu, tas yang dibuat masih berasal dari bahan yang sederhana seperti vinyl, kain, dan bahan kulit sintetis. Untuk menjaga kekurangan bahan kulit, maka lebih dari 60% bahan yang digunakan adalah imitasi atau tiruan. Jika bahan asli kulit tidak tersedia lagi, kulit imitasi bisa menjadi alternatif lain. Selain bahan-bahan tas tersebut, kertas tebal juga telah digunakan dalam pembuatan tas. Hal ini bisa dilihat dari kehidupan orang Cina pada zaman Dinasti Tang, yang biasa menggunakan tas dari kertas (paperbag) untuk menyimpan teh maupun membawa dan menyimpan barang lainnya.

Selain tas kertas yang digunakan oleh bangsa Cina pada zaman dulu, tas pertama kali dikenal oleh masyarakat dunia sebagai pembungkus roti. Lalu tas yang terbuat dari bahan plastik mulai beredar dipasaran lebih dari 25 sampai 35 persen. Seiring dengan berkembangnya zaman, plastik dikenalkan ke supermarket sebagai alternatif pengganti kantong kertas.

Sejak zaman dulu, tas sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan mode dan fashion (pakaian). Kebanyakan orang yang gemar berpakaian sesuai mode, selalu menyertakan tas dalam penampilannya. Sebenarnya, berbagai jenis/model tas yang kita kenal saat ini berasal dari tas tangan (handbag) yang sering dipakai oleh orang-orang pada waktu dulu.

Salah satu benda fashion yang tidak pernah bisa jauh dari wanita adalah tas. Benda yang satu ini tidak luput dari serbuan para kaum wanita, dan kalau sudah begini, sepertinya harga tidak menjadi satu masalah yang berarti lagi. Terbukti dengan koleksi tas dari merk-merk terkenal dengan harga-harga selangit, tetap saja laris manis diserbu para penggemarnya. Dan yang lebih menariknya lagi, tas juga bisa menjadi simbol status sosial seseorang. Baik pria maupun wanita.

Tapi, apakah Anda pernah berpikir tentang asal usul dari sebuah tas tangan atau yang lebih dikenal dengan istilah asingnya yaitu handbag? Handbag telah menjadi benda penting dalam kehidupan sehari-hari, ini dimulai sejak orang telah memilik benda-benda berharga yang harus selalu dibawa kemanapun. Penjelasan pertama kali tentang hal ini ada pada abad ke-14, walaupun dalam tulisan Mesir kuno disebutkan bahwa orang-orang Mesir zaman itu telah memakai tas pinggang kemanapun mereka pergi. Tas pinggang juga digunakan sebagai sabuk yang dipakai sangat kencang di pinggang mereka. Sulaman dan perhiasan yang terdapat di sebuah tas, akan menunjukkan status sosial dari si pemakai, karena menunjukkan semakin sulitnya proses pembuatan tas tersebut.

Di abad ke-16, handbag diciptakan lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari. Materialnya dibuat dari bahan kulit dengan kancing pengikat di atasnya. Selama masa ini, traveling bag dibuat dengan bentuk yang lebih besar dan digunakan oleh para travelers dengan cara membawanya dalam posisi menyilang di badan. Sedangkan di abad ke-17 perkembangannya sudah lebih bervariasi, hingga pria maupun wanita yang fashionable akan membawa tas kecil dengan model yang semakin beragam di setiap kesempatan. Para wanita muda mulai membuat sulaman-sulaman, yang juga sangat dibutuhkan ketika mereka menikah, hingga semakin banyak hasil kerajinan tangan yang sangat cantik dan unik yang diaplikasikan pada tas.

Tren busana neo-classical menjadi sangat populer pada abad ke-18, dengan model-model pakaian yang lebih terbuka untuk para wanita. Sehingga, penggunaan tas kecil atau istilah asingnya purse akan merusak tema dari busana neo classical ini. Oleh karena itu, para wanita yang sadar gaya mulai untuk membawa tas tangan mereka. Wanita memiliki jenis tas yang berbeda-beda untuk setiap aktivitas, dan hal ini diperkuat dengan penjelasan-penjelasan dari majalah wanita yang menjelaskan tentang hal ini. Tapi, dari semua jenis tas yang dimiliki oleh wanita, ada satu kesamaannya, di dalamnya biasa ditemukan benda-benda seperti lipstick, bedak, kipas tangan, parfum, dompet, dll.

Penggunaan “handbag” pertama kali hadir di awal tahun 1900-an, dan awalnya istilah ini digunakan untuk travelling bag yang dibawa dengan cara dijinjing dan biasanya dibawa oleh pria. Ini adalah inspirasi untuk tas yang akhirnya sangat populer di kalangan wanita, lengkap dengan kancingnya yang sedikit rumit, dan juga kunci. Tahun 1920-an menunjukkan sebuah revolusi dalam dunia fashion, dimana tas tidak lagi harus selalu sesuai dengan busana yang dipakai.

Sementara, tahun 1940-an menunjukkan sebuah kesederhanaan dalam berbusana, termasuk urusan handbag. Tahun 50-an designer menunjukkan sebuah peningkatan yang sangat penting, termasuk Chanel, Louis Vuitton dan juga Hermes. Dan tahun 60-an menunjukkan perubahan dari gaya klasik menuju ke gaya yang lebih anak muda.

(Sumber:www.sejarah.info)